WONOGIRI.RILISJATENG.COM – Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Wuryantoro menggelar Seminar Awam Kanker Payudara di Pendopo Kecamatan Wuryantoro pada Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Deteksi Dini Payudara Untuk Mewujudkan Perempuan Indonesia Yang Sehat, Tangguh, dan Berkualitas” ini diselenggarakan melalui kerja sama Pokja IV TP PKK Kecamatan Wuryantoro dengan Yayasan Lovepink Solo (komunitas pemerhati kanker payudara).
Seminar ini menghadirkan dua narasumber ahli medis, yakni dr. Kristanto Yuli Yarsa, Sp.B, Subsp.Onk(K), Spesialis Bedah Konsultan Bedah Onkologi dan dr. Terry Soebhi, Sp.B, Spesialis Bedah Umum.
Ketua TP PKK Kecamatan Wuryantoro, Wenny Mahyasdewi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi program kerja bidang kesehatan Pokja IV TP PKK Kecamatan Wuryantoro.
“Kami menghadirkan Yayasan Lovepink Solo untuk memberikan edukasi dalam seminar awam ini. Maksud dan tujuannya adalah mengajak para ibu untuk sadar, peduli, dan melindungi aset terpenting mereka, yaitu kesehatan payudara,” ujar Wenny.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh perwakilan TP PKK Kabupaten Wonogiri, Niken. Ia menilai langkah TP PKK Kecamatan Wuryantoro dan Yayasan Lovepink Solo sangat strategis dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan perempuan.
“Kanker payudara memerlukan perhatian serius. Edukasi masyarakat sangat penting untuk mengenali faktor risiko, tanda, dan gejala sejak dini, serta memahami pentingnya pemeriksaan rutin. Kader PKK di tingkat desa dan kelurahan memiliki peran vital menyebarkan informasi ini,” jelas Niken.
Niken juga menekankan pentingnya dukungan moral kepada para penyintas kanker agar tetap optimistis menjalani masa pengobatan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lovepink Solo (LPS), Teresia Sri Suwanti, menjelaskan bahwa LPS hadir sebagai wadah pendampingan, motivasi, serta edukasi berbasis kasih sayang bagi penderita maupun keluarga pasien di wilayah Soloraya. Ia mengimbau perempuan untuk rutin melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri).
“Deteksi dini sangat krusial. Lakukan SADARI satu bulan sekali, tepatnya 7 hingga 10 hari setelah hari pertama menstruasi. Jika menemukan benjolan sekecil apa pun, jangan takut untuk segera berkonsultasi ke dokter atau rumah sakit,” tegas Teresia.
Dalam pemaparannya, dr. Terry Soebhi, Sp.B, menerangkan bahwa deteksi dini bertujuan mengetahui perubahan atau kelainan struktur jaringan sejak awal.
“Tanda awal yang perlu diwaspadai adalah benjolan abnormal. Benjolan tersebut bisa bersifat jinak maupun ganas. Selain mandiri melalui SADARI, pemeriksaan klinis juga dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan menggunakan sarana USG payudara dan mamografi,” papar dr. Terry.
Menambahkan hal tersebut, dr. Kristanto Yuli Yarsa, Sp.B, Subsp.Onk(K), memaparkan tingkatan stadium kanker payudara mulai dari Stadium 1 hingga Stadium 4:
Stadium 1 (Awal): Ukuran tumor kecil, maksimal 2 cm.
Stadium 2 (Awal): Tumor berukuran 2–5 cm atau sudah menyebar ke 1–3 kelenjar getah bening ketiak, namun belum menyebar ke organ lain.
Stadium 3 (Lanjut): Tumor berukuran lebih dari 5 cm dan menyebar luas ke kelenjar getah bening di sekitar ketiak, leher, atau dinding dada.
Stadium 4 (Lanjut): Sel kanker telah metastase (menyebar) ke organ tubuh lain seperti tulang, paru-paru, hati, atau otak.
“Semakin cepat ditemukan melalui deteksi dini, peluang penanganan medis yang efektif akan jauh lebih tinggi dibanding jika pasien baru berobat pada Stadium III atau IV,” terang dr. Yarsa.
Ia juga menambahkan bahwa faktor risiko kanker payudara dipengaruhi oleh usia, riwayat keluarga/genetik, dan pola hidup. Langkah pencegahan terbaik adalah menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan konsisten melakukan pemeriksaan payudara berkala.
Melalui penyelenggaraan seminar awam ini, Pemerintah Kecamatan Wuryantoro bersama TP PKK berharap masyarakat semakin teredukasi, mampu mendeteksi gejala secara mandiri, serta aktif melakukan langkah pencegahan demi mewujudkan keluarga yang sehat dan Sejahtera.







