wonogiri.rilisjateng.com – Kabupaten Wonogiri mengikuti tahap presentasi dan wawancara tingkat nasional dalam Apresiasi Parasamya Karya Kencana Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rabu (9/9/2026). Kabupaten Wonogiri menjadi salah satu Nominator Terbaik Kategori Umum (Regional I) dan selanjutnya mengikuti pendalaman serta penilaian melalui presentasi dan wawancara tingkat nasional.
Pelaksanaan penilaian berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di Ruang Kahyangan, Setda Kabupaten Wonogiri. Kegiatan dihadiri oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Rustam Efendi, Kepala Dinas Sosial PPKB dan P3A Kabupaten Wonogiri Anton Tiyas Harjanto beserta jajaran, serta sejumlah mitra baik itu dari fasyankes maupun kader lini lapangan Keluarga Berencana.
Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (Deputi 3 Kemendukbangga/BKKBN), Wahidin, menyampaikan bahwa penyerahan penghargaan menjadi momentum untuk mendorong investasi anggaran daerah pada program KB yang terbukti memberikan manfaat jangka panjang hingga 69 kali lipat. Selain itu, program KB dinilai berperan dalam mengurangi ketimpangan angka Total Fertility Rate (TFR) di lebih dari 30 persen kabupaten/kota serta mendorong transformasi program menuju peningkatan kualitas pelayanan yang didukung SDM kompeten, kepatuhan terhadap SOP, serta jaminan Informed Consent dan Informed Choice bagi seluruh masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada Kabupaten Wonogiri untuk mempresentasikan pengelolaan program KB/BKKBN, khususnya inovasi Smart Respon. Bupati juga menyampaikan kebanggaan dan apresiasi kepada Kepala Dinas Sosial PPKB dan P3A beserta seluruh jajaran, kader Posyandu/KB, dan mitra yang telah mendukung pelaksanaan program. Bupati berharap pemaparan Kabupaten Wonogiri memperoleh penilaian positif dan dapat menjadi contoh praktik baik di tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rustam Efendi, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Kabupaten Wonogiri atas keberhasilannya mencapai tahap penilaian tingkat nasional. Kabupaten Wonogiri dinilai layak berada pada tahap tersebut berkat berbagai prestasi, inovasi, serta keberhasilan dalam pelaksanaan program Bangga Kencana. Apresiasi juga disampaikan kepada Tim Penilai Nasional, Bupati Wonogiri, Kepala Dinas, serta seluruh mitra kerja yang hadir memberikan dukungan.
Dalam sesi presentasi, Kepala Dinas Sosial PPKB dan P3A Kabupaten Wonogiri memaparkan pengelolaan program Bangga Kencana Wonogiri yang didukung oleh sumber daya, kemitraan Heksahelix, serta berbagai inovasi unggulan. Dari lima inovasi yang dipaparkan, Smart Respon menjadi inovasi utama yang dikembangkan untuk mengintegrasikan data sosial kependudukan dengan data Pasangan Usia Subur (PUS) secara lebih rinci dan real-time. Sistem tersebut memungkinkan intervensi program KB dan bantuan sosial dilakukan secara lebih presisi dan tepat sasaran.
Melalui Smart Respon, data sasaran dapat disajikan secara by name, by address hingga koordinat lokasi, sehingga pemerintah daerah lebih mudah melakukan identifikasi dan intervensi terhadap PUS, khususnya dari kelompok keluarga miskin. Inovasi ini sekaligus memperkuat koordinasi dan respons jajaran pelaksana program di tingkat lapangan serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Pada sesi tanya jawab, dibahas sejumlah hal strategis, antara lain dukungan anggaran, pengembangan sistem inovasi, keterbatasan jumlah PLKB/PKB, serta strategi pemberdayaan kader PPKBD dan Sub-PPKBD. Menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, Pemkab Wonogiri menerapkan strategi “Mendewasakan Kader”, yaitu meningkatkan kapasitas kader agar mampu menjadi garda terdepan dalam merespons berbagai persoalan program KB dan pembangunan keluarga di tingkat masyarakat.
Sistem Smart Respon juga mencatat kinerja petugas dan kader secara real-time, termasuk indikator capaian dan respons masing-masing kecamatan. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap memberikan apresiasi terhadap dedikasi para kader dan relawan yang bekerja melayani masyarakat di lapangan, antara lain melalui pemberian sertifikat penghargaan.
Tim Penilai memberikan apresiasi terhadap inovasi Smart Respon serta semangat kerja jajaran Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan para kader dalam menjalankan program Bangga Kencana. Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk menjadi praktik baik dan percontohan di tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga menyatakan terbuka terhadap daerah lain yang ingin mereplikasi inovasi tersebut, yang ditunjukkan dengan adanya beberapa daerah yang telah melakukan studi banding ke Kabupaten Wonogiri.
Keikutsertaan Kabupaten Wonogiri dalam penilaian tingkat nasional ini menjadi momentum untuk menunjukkan berbagai capaian dan inovasi daerah dalam pengelolaan program KB. Melalui Smart Respon, Wonogiri menegaskan komitmennya menghadirkan tata kelola program yang berbasis data, responsif, terintegrasi, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, mitra kerja, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas.(***)