RILISJATENG.COM– Program Pendidikan Guru Penggerak saat ini menjadi program pemerintah dalam dunia Pendidikan yang mampu dinobatkan sebagai program utama yang harus dilalui oleh para pendidik di Indonesia. Oleh sebab itu para pendidik berupaya untuk memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan Guru Penggerak, salah satunya melalui Kegiatan Kelompok Kerja Guru ( KKG). Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Jenderal Sudirman Kecamatan Wuryantoro pada hari Sabtu, 18 Maret 2023 pukul 10.00-12.30 mengadakan kegiatan dengan judul “Tergerak Bergerak Menggerakkan Terapkan Budaya Segitiga Restitusi” dengan narasumber Reki Andriawan, yang merupakan Calon Guru Penggerak Angkatan 7 dari Kecamatan Wuryantoro. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SDN 1 Wuryantoro dihadiri oleh seluruh Guru kelas dari 8 Sekolah Dasar anggota KKG gugus Jenderal Sudirman Kecamatan Wuryantoro.

Kegiatan dibuka oleh pembawa acara Fitria Candra Wijaya, pukul 10.00 WIB, dengan bacaan Basmallah dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Caecilia Puji Hastuti. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua KKG Gugus Jenderal Sudirman, Anis Ayu Agustin, dalam sambutannya, beliau menyampaikan tujuan dari pemilihan topik Guru Penggerak ini agar seluruh anggota KKG Gugus Jenderal Sudirman dapat tergerak untuk ikut dalam Program Pendidikan Guru Penggerak yang saat ini sudah sampai di angkatan 9. Disampaikan pula oleh narasumber Reki Andriawan, salah satu materi dalam Pendidikan Guru Penggerak yaitu tentang bagaimana pendidik menghadapi siswa yang melakukan kesalahan. Diawal kegiatan Reki Andriawan, tidak lupa mengajak untuk berani mengikuti Program Guru Penggerak karena dengan mengikuti program Guru Penggerak dapat meningkatkan Pendidikan di Kabupaten Wonogiri secara umum dan di Kecamatan Wuryantoro secara khusus.

Selanjutnya memasuki materi Reki mengajak membuat kesepakatan kelas seperti yang nantinya harus dilakukan pendidik di kelas masing-masing seperti datang tepat waktu, aktif dalam kegiatan, dan Handphone di silent yang benar-benar dilaksanakan dalam kegiatan ini. Dalam kegiatan ini narasumber menyampaikan Restitusi merupakan hal yang sangat penting untuk kita laksanakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, karena restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka dengan karakter yang lebih kuat. Restitusi merupakan proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah mereka. Dalam hal ini sebagai pendidik sangat dianjurkan untuk mengesampingkan hukuman dan konsekuensi dalam penyelesaian masalah anak namun lebih ditekankan untuk menerapkan Segitiga Restitusi. Reki Andriawan, menyampaikan dalam menerapkan Segitiga Restitusi harus berdasar pada kebutuhan dasar anak didik yaitu kasih sayang dan rasa diterima, penguasaan, kesenangan , dan kebebasan yang harus diterapkan di dalam kelas. Dari penjelasan narasumber dapat disimpulkan bahwa dalam segala bentuk permasalahan siswa dari lima posisi kontrol yaitu : Penghukum, Pembuat rasa bersalah, Teman, Pemantau, dan Manajer, kita harus berusaha untuk menjadi manajer sehingga anak akan dapat mengevaluasi dirinya dan memperbaiki diri dengan senang hati. Praktik restitusi dengan menerapkan segitiga restitusi yaitu menstabilkan identitas, vaidasi kebutuhan, dan meyakinkan keyakinan diperlukan untuk menemukan solusi dari permasalahan anak tersebut agar dapat kembali ke komunitasnya dengan karakter yang lebih baik lagi.(RLS)



