Wonogiri, (5/1) – Setelah sebelumnya digelar dua pekan sekali, Car Free Day (CFD) di sekitar Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri kini kembali diadakan secara rutin setiap Minggu. Pembukaan CFD kali ini ditandai dengan tasyakuran bersama yang dihadiri Wakil Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, beserta sejumlah pejabat terkait. Sebagai informasi, CFD Alun-alun Giri Krida Bakti sempat dialihkan karena dalam masa revitalisasi guna memperindah fungsi Alun-alun.
Dalam penyelenggaraan CFD kali ini, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menerapkan sejumlah aturan baru untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) guna menjaga kebersihan dan kenyamanan. Para PKL dilarang berjualan di trotoar, diwajibkan menyediakan kantong sampah, serta menggunakan karpet karet saat memasak untuk mencegah minyak mencemari jalan. Selain itu, seluruh pedagang diminta menghentikan aktivitas jual beli sebelum pukul 09.00 WIB.
“Kami menyambut baik dibukanya kembali CFD di Alun-alun dan dapat berjalan rutin tiap Minggunya. Harapan kami tentu para PKL mau menaati aturan yang telah ditetapkan supaya semuanya berjalan baik. Pedagang dan pengunjung sama-sama bisa menikmati,” ujar Wakil Bupati Setyo Sukarno dalam sambutannya.
Momen CFD ini diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya mendukung gaya hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga memberikan ruang bagi para PKL untuk berjualan. Pemerintah Kabupaten Wonogiri menekankan pentingnya kerjasama antara pedagang, pengunjung, dan pihak penyelenggara agar CFD dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.
CFD Wonogiri juga menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Banyak warga memanfaatkan area CFD untuk berolahraga, seperti jalan santai, bersepeda, atau senam bersama. Sementara itu, kehadiran PKL yang menjajakan aneka kuliner dan produk lokal menambah semarak suasana.
Dengan penyelenggaraan yang kini lebih rutin, CFD Wonogiri diharapkan menjadi agenda mingguan yang semakin diminati warga, sekaligus mendukung tujuan Pemkab Wonogiri untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertib.







