BPBD WONOGIRI GELAR SIMULASI MANDIRI DI SDN 1 TEKARAN, PERKUAT KESIAPSIAGAAN SEJAK DINI

Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan edukasi dan simulasi bencana mandiri di SDN 1 Tekaran, Kecamatan Selogiri, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini menyasar ratusan siswa dan guru guna menanamkan budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi materi kebencanaan di halaman sekolah. Tim BPBD memberikan pemahaman mengenai potensi risiko bencana di wilayah Wonogiri serta langkah-langkah penyelamatan diri. Tak hanya teori, para siswa juga langsung mempraktikkan simulasi evakuasi mandiri saat terjadi ancaman bencana di tengah jam pelajaran.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyampaikan bahwa sekolah merupakan salah satu titik krusial dalam mitigasi bencana.

“Melalui edukasi dan simulasi mandiri ini, kami ingin memastikan bahwa para siswa dan tenaga pendidik tidak hanya tahu teorinya, tapi juga paham apa yang harus dilakukan secara spontan saat bencana terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi di SDN 1 Tekaran ini juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Dengan simulasi yang rutin, diharapkan seluruh warga sekolah memiliki ketangguhan fisik maupun mental dalam menghadapi situasi darurat.

Pantauan di lokasi, para siswa nampak antusias mengikuti arahan petugas. Saat sirine tanda bahaya dibunyikan, mereka secara tertib melakukan prosedur perlindungan diri seperti berlindung di bawah meja dan melakukan evakuasi menuju titik kumpul yang aman dengan melindungi kepala.

“Edukasi ini adalah investasi jangka panjang. Jika anak-anak sudah tangguh sejak dini, maka visi Wonogiri Tangguh Bencana akan lebih mudah tercapai,” tegas Fuad.

Melalui semangat “Siap Untuk Selamat”, BPBD Wonogiri terus mendorong sinergi antarinstansi dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di masa mendatang.

Pos terkait